Ngaji Jalan Gol Kemudian, Himung Mengaji Gelar Mini Soccer Gratis untuk Pemuda
Banjarbaru, hjnuriah.com – Dari Masjid ke lapangan, Himung Mengaji komunitas pemuda-pemudi Masjid Hajjah Nuriyah berupaya membentuk anak muda yang tidak hanya sehat secara rohani melainkan sehat pula secara jasmaninya.
Kajian rutin hari kamis malam Jum’at pada pekan pertama dan ketiga setiap bulannya yang bertempat di Masjid Hajjah Nuriyah ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan dunia anak muda.
Ustadz Muhammad Iqbal salah satu penggerak Komunitas Himung mengaji menyampaikan,
” Anak muda hari ini harus kembali menumbuhkan semangat yang mendalam untuk mempelajari agamanya. Islam tidak pernah miskin solusi, karena seluruh pedoman hidup telah Allah hadirkan secara lengkap dalam Al-Qur’an. Persoalannya bukan pada kurangnya ajaran, melainkan pada lemahnya kemauan kita untuk memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” Ujar beliau.
Dewasa ini ngaji bukan sekedar mengaji, disertai aktivitas yang menarik, dakwah bisa tersampaikan dan diterima dengan baik di kalangan anak muda. Sehingga membuat para anak muda tidak merasa jenuh dan bertambah antusias.
” Kegelisahan, kegalauan, dan kegundahan yang banyak dirasakan generasi muda saat ini sejatinya adalah efek dari jauhnya hubungan dengan Al-Qur’an. Ketika Al-Qur’an hanya dibaca tanpa dihayati, atau bahkan ditinggalkan sama sekali, maka hati kehilangan arah dan ketenangan. Gerakan kajian dan dakwah seperti Himung Mengaji menjadi sangat cocok, karena menghadirkan ruang bagi anak muda untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an, bukan hanya sebagai bacaan ritual, tetapi sebagai petunjuk hidup yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan melangkah. Terlebih adanya kegiatan yang menarik setelah kegiatan menjadi nilai plus tersendiri untuk anak pemuda dan pemudi,” lanjut beliau.
Dakwah yang ditujukan kepada kalangan anak muda memang harus dengan pendekatan yang cerdas. Seperti halnya pola Kajian di Himung Mengaji tersebut, setelah kajian selesai para pemuda lanjut berolahraga, yaitu bermain mini soccer bersama. Komunitas semacam ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk generasi produktif untuk bertumbuh dan belajar.
Penulis : Sarah
