Mengaji dan berkarya: Himung Mengaji Asah Keterampilan Merajut Pemudi
Banjarbaru, hjnuriyah.com – Komunitas Pemuda/i Masjid Himung Mengaji kembali menciptakan ruang kreativitas melalui keterampilan merajut.
Pada kajian rutin setiap mingguan yang dilaksanakan pada setiap kamis malam kedua, dan ketiga setiap bulan yang dilaksanakan oleh komunitas Himung Mengaji, selain memberikan materi tentang kajian Al-Quran juga memberikan ruang keterampilan merajut bagi para pemudi masjid. Bertempat di masjid hj. Nuriyah, waktu kegiatan dimulai setelah sholat maghrib berjamaah untuk kajian ayat Al-Quran dan setelah sholat isya berjamaah untuk kegiatan keterampilan merajut.
Kegiatan yang diadakan oleh Himung Mengaji ini mendapatkan respons yang positif dari peserta. Salah satu pemudi, Dara Puspita, mengatakan merasakan manfaat ganda dari kegiatan tersebut. Selain mengkaji al-quran, peserta juga memperoleh keterampilan baru melalui kreativitas merajut yang dinilai mampu melatih kesabaran dan kefokusan.
“Awalnya tertarik karena ajakan teman ke pengajian itu, pas sudah disana wahh pengajiannya berisi tentang mengkaji Al-Qur’an, memahami maknanya, dan diajarkan juga cara mengamalkan dari ayat yg dikaji, jadi serasa lengkap sekali pengajiannya, dan juga setelah isya merajut itu sangat bagus sekali karena menambah skil baru yaitu merajut yang juga melatih kesabaran dan kefokusan saya”. Tuturnya
Dalam kegiatan ini juga, dihadirkan langsung tutor yang berpengalaman di bidang merajut. Sehingga dengan adanya tutor yang berpengalaman tersebut, para pemudi dapat meningkatkan kemampuan merajut mereka dengan baik.
Kegiatan yang dilaksanakan ini diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan spiritual bagi para pemudi dan diiringi pengembangan keterampilan yang bernilai produktif. Melalui kreativitas merajut yang dipadukan dengan semangat mengaji, para pemudi diajak untuk tumbuh menjadi generasi yang religius, mandiri, dan kreatif. Diharapkan, program ini dapat terus berlanjut mendukung pemudi masjid untuk berkarya serta memberi manfaat bagi diri sendiri dan menginspirasi pemudi lainnya untuk ikut berpartisipasi.
Penulis: Hapipah
