Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Bersama SD Muhamadiyah Hj. Nuriyah Banjarbaru
Banjarbaru, hjnuriyah.com – Masjid Hj. Nuriyah Memberikan pelatihan pemulasaraan jenazah berkolaborasi dengan SD Muhamadiyah Hj. Nuriyah yang diselenggarakan pada tanggal 04 & 05 Maret 2026, bertempat di ruang pemulasaraan masjid Hj. Nuriyah.
Menunjuk surat nomer : 039.per./IV.4AU/SD.MU/HN/2026, Prihal permohonan kegiatan kolaborasi. Pada Ramadhan 1447H / 2026M, SD Muhamaddiyah Hj.nuriyah Banjarbaru, mengadakan kegiatan ramadhan dengan tema “PEACEFUL RAMADHAN OF MUHAYYA 1447H” Class Of ramadhan yakni kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadhan dengan tambahan materi khusus Ramadhan tentang Praktek pemulasaraan Jenazah. Pada kegiatan praktek ini, bertempat diruang pemulasaraan jenazah mesjid Hj.nuriyah Banjarbaru yang mana didampingi dan diisi materi oleh petugas pemulasaraan mesjid yaitu Bapak Salim Hasan selaku koordinator Pemulasaraan Masjid Hj. Nuriyah, yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis atau 4/5 maret 2026 pukul 11.00 wita s/d 12.00 wita. Untuk siswa yang akan mengikuti sebanyak : Laki-laki & wanita ( Kelas 5) : 39 orang, Laki-laki & wanita ( kelas 6): 38 orang.
Petugas Pemulasaraan sudah menyiapkan persiapan sebelumnya baik itu materi Teori maupun peralatan praktik , seperti ruangan dan alat-alat yang akan digunakan
“Kami memperkenalkan terlebih dahulu apa saja yang harus dipersiapkan dalam pemulasaraan jenazah, seperti tempat yang bersih dan tertutup serta berbagai perlengkapan seperti kain kafan, sabun, kapur barus, air bersih, gunting, sarung tangan, tisu, handuk, kapas, dan cendana. Seluruh materi yang disusun berdasarkan Tarjih Muhammadiyah” tuturnya
Dalam pelatihan ini, siswa dibagi 2 kelompok praktik agar bisa cara menggunakan alat peraga yang diajarkan oleh petugas pemulasaraan seperti :
-Cara mulai memandikan Jenazah sesuai urutan dari kepala sampai kaki
-Cara Mengafani Jenazah hingga sampai mensholatkan jenazah
-Memberikan Cara Mendoaakan Jenazah sesuai tuntunan Tar’jih Muhamaddiyah hingga sampai menggantarkan ke pamakaman.
-Bagaimana cara Memakamkan jenazah hingga Do’a
-Tertib
Koordinator pemulasaraan juga menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pembekalan awal bagi siswa agar tidak merasa takut ketika menghadapi proses penyelenggaraan jenazah.
“Pada dasarnya memandikan dan mengafani jenazah itu mudah, hanya saja membutuhkan kesiapan mental dan tanggung jawab untuk menjaga kehormatan jenazah. Menjadikan pelatihan ini agar siswa lebih aktif dalam penyelenggaraan jenazah, minimal ikut dalam pelaksanaan sholat jenazah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihak masjid berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan bisa berkolaborasi dengan sekolah lain, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Terakhir, pelatihan sejak dini sangat penting karena dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi kematian, mengurangi ketakutan dan kecemasan saat menghadapi jenazah dan menjadi bagian dari proses belajar dan beramal shalih.
Penulis: Salim Hasan dan Hapipah
