Sejarah Berdirinya Masjid Hajjah Nuriyah dan Perkembangannya - hjnuriyah.com
  • Selamat Datang di Website Masjid Hajjah Nuriyah Banjarbaru Kalimantan Selatan * Hajjah Nuriyah * Silahkan : Mampir ke Masjid Hajjah Nuriyah dengan Slogan " Membangun Untuk Semua"
Minggu, 1 Maret 2026

Sejarah Berdirinya Masjid Hajjah Nuriyah dan Perkembangannya

Sejarah Berdirinya Masjid Hajjah Nuriyah dan Perkembangannya
Bagikan

Banjarbaru, hjnuriyah.com – Masjid Hajjah Nuriyah, yang terletak di Jalan Ahmad Yani Km 32, Kelurahan Loktabat, Banjarbaru. Didirikan pada tahun 1987. Sejarah perkembangan dari masa awal pendirian hingga sekarang.

Pendirian bangunan suci ini diinisiasi oleh seorang pengusaha asal Banjarmasin, yakni Bapak H. Syahrul Syam (alm). Menurut penuturan Abdul Karim (salah satu pengurus), pada suatu malam di tahun 1986, H. Syahrul Syam mendapatkan sebuah mimpi yang diyakini sebagai amanah dari Allah SWT. Mimpinya mengisyaratkan agar beliau memanfaatkan hartanya untuk kepentingan masyarakat luas. Dalam mimpi tersebut, beliau diperintahkan untuk membangun sebuah masjid dengan syarat tidak boleh menerima sumbangan sebutir pasir pun dari orang lain. Artinya, pembangunan masjid ini harus didanai seratus persen dari harta pribadinya. Menanggapi mimpi tersebut, beliau kemudian bernadzar untuk mendirikan sebuah masjid di atas tanah miliknya sendiri.

Pelaksanaan pembangunan dimulai pada bulan Juni 1987 dan selesai seluruhnya kecuali menara, pada akhir Oktober 1987. Proses pembangunan ini dipercayakan kepada Akhmad Syam, orang kepercayaan (tangan kanan) H. Syahrul Syam. Meskipun Akhmad Syam bukan seorang ahli bangunan, namun berbekal pengalamannya melihat bentuk-bentuk masjid saat berada di Singapura, ia berhasil merealisasikan keinginan H. Syahrul Syam. Segala motif, corak, dan arsitektur masjid murni berasal dari keinginan sang pendiri yaitu H. Syahrul Syam.

Pembangunan masjid ini menghabiskan biaya sekitar Rp 50 juta, di luar harga tanah. Akhmad Syam memastikan seluruh material yang digunakan adalah kualitas terbaik, mulai dari kerangka masjid yang terbuat dari besi dan beton bertulang, kusen-kusen bangunan menggunakan kayu ulin dengan kualitas terbaik, atap kubah dibuat dari seng plat aluminium kualitas nomor satu, dipadu dengan atap dari beton cor, lantainya menggunakan marmer kualitas nomor satu yang didatangkan dari Jawa Barat dan adanya sound system berkualitas tinggi.

Salah satu ciri khas utama masjid ini jika dilihat dari jalan raya adalah menaranya yang menjulang setinggi 3×15 meter dengan bentuk yang menyerupai roket.

Pada awalnya, bangunan induk masjid berukuran 8×8 meter. Bangunan kemudian diperluas di sayap kiri dan kanannya masing-masing 8×9 meter, sehingga total luas bangunannya menjadi 24×26 meter. Masjid ini berdiri tegak di atas hamparan tanah wakaf seluas 15×120 meter. Masjid ini juga memiliki tiga ruang belajar untuk Taman Pendidikan Alquran (TPA), satu ruang kantor dan satu gudang, area tempat berwudhu dan fasilitas WC yang memadai.

Bangunan yang telah diwakafkan kepada warga Muhammadiyah ini diberi nama Masjid Hajjah Nuriyah, yang diambil dari nama istri tercinta sang pendiri yaitu H. Syahrul Syam. Pemberian nama tersebut adalah karena cintanya yang besar terhadap sang istri.

Seiring dengan berkembangnya waktu, Masjid Hajjah Nuriyah direnovasi karena kondisi bangunan sebelumnya yang kecil dan mulai mengalami pelapukan, serta tidak mampu menampung jamaah yang banyak. Adanya renovasi tersebut untuk menyediakan tempat ibadah yang nyaman dan memadai bagi masyarakat. Renovasi masjid ini dilakukan pada bulan Januari tahun 2019.

Kini tersedia berbagai ruang dan fasilitas pendukung diantaranya ruang utama sholat dua lantai yang dilengkapi dengan AC, ruang sekretariat pengurus, ruang sholat lansia, ruang pemulasaran jenazah, area wudhu dan toilet, dapur, ruang satpam, 1 unit ambulance, serta halaman dan area parkir yang luas. Selain itu juga ada pengajian rutin yang diadakan, baik itu khusus untuk laki-laki, perempuan, umum, bahkan anak muda.

Hingga sekarang masjid Hj. Nuriyah terus mengembangkan layanan-layanan serta fasilitas untuk menunjang kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Dengan ini, Masjid Hj. Nuriyah diharapkan mampu untuk terus menjadi pusat syiar Islam, memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pelayanan sosial umat.

Penulis : Hapipah

SebelumnyaWujud Kepedulian terhadap Umat, Donor Darah di Masjid Hajjah Nuriyah
Masjid Hajjah Nuriyah Banjarbaru
Masjid Hajjah Nuriyah, Jl. A. Yani No.KM 32, Loktabat Utara, Kec. Landasan Ulin, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan 70721
Status LokasiHak Milik Muhammadiyah
Tahun Berdiri1967