Wujud Kepedulian terhadap Umat, Donor Darah di Masjid Hajjah Nuriyah
Banjarbaru, hjnuriah.com– Berlatarbelakang menyelamatkan nyawa orang lain, pemandangan lantai dasar Masjid Hajjah Nuriyah Banjarbaru selepas sholat tarawih dipenuhi Jama’ah yang sukarela antri untuk mendonor darah, pada Kamis 26 Februari 2026 bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 H.
PMI kota Banjarbaru Bersama unit transfusi darah Rumah Sakit Idaman Banjarbaru bekerjasama dengan Masjid Hajjah Nuriyah untuk mengadakan kegiatan Donor Darah yang ditargetkan untuk Jama’ah Masjid. Kegiatan tampak lancar tanpa kendala. Hanya saja dari jumlah peserta yang mendaftar tidak semua berhasil untuk lanjut mendonorkan darahnya, dikarenakan tidak masuk ketentuan saat pemeriksaan Tensi, Hemoglobin (Hb) darah dan beberapa ketentuan lainnya. Meski demikian, jumlah pendonor yang memenuhi syarat tetap signifikan.
Sebagai salah seorang pendonor darah Bapak Adi mengungkapkan antusiasnya terhadap kegiatan ini,
” Saya senang dan lega, ini kali pertama saya bisa mendonorkan darah, Yang mana sebelumnya kalau gak Tensinya ketinggian, Hb nya yang ketinggian. Alhamdulillah malam ini bisa. Semoga yang bisa saya berikan ini kiranya bermanfaat untuk sesama. Dan berharap mungkin ke depannya bisa secara rutin di masjid ini diadakan donor darah seperti ini,” ujarnya.
Terhitung jumlah pendaftar sebanyak 47 orang, dan yang berhasil diambil darahnya sebanyak 39 orang.
Petugas PMI mengatakan,
” Sebagaimana mestinya darah ini selanjutnya digunakan untuk pasien dirumah sakit idaman atau juga diluar rumah sakit idaman karena kebutuhan darah untuk pasien lain di Banjarbaru setiap bulannya sungguh signifikan. ”
Panitia Donor Darah Bapak Salim Hasan Alguhum berpesan,
” Adapun pesan kami kepada masyarakat agar terus meningkatkan kesadaran tentang akan pentingnya donor darah dan agar menjadi bagian dari gaya hidup.”
Donor darah dapat memberikan manfaat. Secara medis, memberi efek Kesehatan bagi para pendonor. Serta jika dilihat dari kacamata sosial satu kantong darah itu sudah sangat berarti bagi yang memerlukan. Kegiatan seperti ini memupuk solidaritas, bentuk tolong-menolong dan sedekah untuk menyelamatkan nyawa seseorang, yang bernilai pahala besar.
Penulis: Sarah
